Jumat, 23 Agustus 2019

" Mengenal Gaya Belajar "


Kurikulum 2013 sudah diterapkan di beberapa sekolah di tanah air, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dan sejauh ini ada beberapa masalah yang dirasakan guru dalam pembelajaran, diantaranya mereka merasa bahwa kurikulum 2013 ini membutuhkan kreatifitas guru dalam menghidupkan kelas. Karena selama ini mereka sudah nyaman dengan pembelajaran metode ceramah dan penugasan yang klasik. Padahal jika mereka mau sedikit saja mengkreasi metode lama tersebut, seorang guru justru akan sangat terbantu dengan model pembelajaran pada kurikulum 2013 ini. Dan dengan model pembelajaran kurikulum 2013 ini mengakomodir gaya belajar berbagai macam siswa.

Guru harus mengenali gaya belajar siswanya, dan guru juga harus memiliki sikap seperti gaya belajar yang dimiliki siswanya. Dalam hal ini akan dijelaskan mengenai gaya belajar yang dimiliki siswa terkait kurikulum 2013, yaitu ada tiga jenis gaya belajar siswa dan tiga jenis manusia dalam sistem reprensentasi dalam berkomunikasi, dan guru harus memiliki pengetahuan dari ketiga jenis gaya belajar tersebut supaya proses pembelajarannya dapat menyenangkan.

Pertanyaannya, Sudahkah para guru mengenal gaya belajar para siswa di kelas? Seperti apakah gaya belajar yang diinginkan para siswa?
Memahami gaya belajar setiap siswa merupakan cara terbaik untuk memaksimalkan proses belajar dikelas. Setelah siswa mengetahui gaya belajar dan metode terbaik, untuk membantu dalam belajarnya, dapat dilihat kemampuan siswa dalam memahami sesuatu akan perkembangan dengan pesat dikelas, bahkan di mata pelajaran yang sebelumnya dianggap susah dan rumit.

Gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi ( Gunawan 2006:139). Dari definisi disamping, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah ciri khas yang dimiliki oleh setiap orang dalam memberikan respon terhadap pembelajaran yang diterimanya. Pada dasarnya gaya belajar merupakan metode terbaik yang memungkinkan dalam mengumpulkan dan menggunakan pengetahuan secara spesifik.

Berikut akan dijelaskan mengenai tiga gaya belajar yaitu orang visual (penglihatan), orang auditori (pendengaran) dan orang kinestetik (raba-cium-cecap).
Gaya Belajar Visual. Gaya belajar visual mengakses citra visual yang diciptakan maupun diingat. Seseorang yang sangat visual mungkin dicirikan sebagai berikut: (1) Teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan. (2) Mengingat dengan gambar dan lebih suka membaca daripada dibacakan. (3) Membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh dan menangkap detail, mengingat apa yang dilihat. Siswa dengan gaya belajar seperti ini dalam menangkap materi atau media harus yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indra penglihatan. Materi atau media yang digunakan ialah buku, poster, majalah, peta dan media penglihatan lainnya. Kegiatan yang dapat guru berikan pada gaya belajar ini adalah menitikberatkan pada peragaan atau media, ajak mereka ke objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut atau menunjukkan alat peraganya langsung kepada siswa.
Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekpresi gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung duduk didepan agar melihat dengan jelas. Mereka lebih suka mencatat sampai detail untuk mendapat informasi.
Gaya Belajar Auditorial. Gaya belajar ini mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, nada, irama, dialog internal dan suara menonjol. seseorang yang sangat auditorial dapat dicirikan (1) Perhatiannya mudah terpecah. (2) Berbicara dengan pola berirama. (3) Belajar dengan cara mendengarkan, menggerakkan bibir/bersuara saat membaca. Gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengarannya/audio sebagai sarana pencapaian dalam belajar. Gaya belajar bersifat eksternal adalah dengan mengeluarkan suara atau ada suara. Mereka dapat membaca keras, mendengarkan, diskusi kelompok dll. Siswa dengan tipe ini mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui pendengaran, untuk itu maka guru harus memperhatikan pendengaran siswanya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal atau mendengarkan apa yang disampaikan oleh gurunya. Anak tipe ini biasanya dapat menghafal lebih ceoat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Gaya Belajar Kinestetik. Gaya belajar ini mengakses segala jenis gerak dan emosi diciptakan maupun diingat. Gerakan koordinasi, irama, tanggapan, emosional dan kenyamanan fisik menonjol disini. Seseorang yang sangat kinestetik sering (1) Menyentuh orang dan berdiri berdekatan, banyak bergerak. (2) Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca dan menanggapi secara fisik. (3) Mengingat sambil berjalan dan melihat. Orang yang bergaya belajar kinestetik belajar melalui gerakan-gerakan sebagai sarana memasukkan informasi kedalam otaknya. Penyentuhan dengan bidang objek sangat dikuasai karena mereka dapat mengalami sesuatu dengan sendiri. Anak seperti ini sulit duduk diam berjam-jam dan bereksplorasi sangat kuat.

Setiap orang memiliki kecenderungan pada satu modalitas. Guru juga memiliki kecenderungan modalitas mengajar yang sama dengan gaya belajarnya. Seorang siswa secara berangsur akan mudah menyerap informasi sesuai dengan gaya belajarnya. Dengan demikian guru harus bisa menjadi guru yang mengesankan bagi para siswanya dan menjadi sosok yang selalu di nanti kehadirannya didalam kelas. Sehingga seorang guru harus memiliki V-A-K (visual, auditori dan kinestetik) yaitu (1) penampilan dijaga, (2) kata-kata dan suara jelas dengan intonasi yang memikat, (3) gerakan bagus, menguasai joke, contoh-contoh personal.

sumber: Kompasiana










Tidak ada komentar:

Posting Komentar