Saya atas nama Nomi Wijayanti,S.Pd., M.M akan mereview dua konten yang ada pada laman rumahbelajar.id sebagai pemenuhan tugas VCT Batch 5 104.5 Jawa Timur yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEAMOLEC
Menulis adalah kecakapan hidup yang penting. Keterampilan menulis tidak hanya dibutuhkan dalam lapangan
pekerjaan, namun juga dalam kehidupan sosial. Manusia menggunakan bahasa tulis, baik formal maupun informal,
melalui media cetak, visual, maupun digital. Keterampilan mengungkapkan bahasa tulis/visual secara baik dan efektif
merupakan kecakapan hidup abad ke-21. Siswa perlu mengenali cara berkomunikasi melalui bahasa tulis sejak dini agar
dapat berkomunikasi dengan efektif. Manual ini menyajikan tips bagi kegiatan menulis di dalam kelas agar dapat
dilakukan secara bertahap, menyenangkan, mudah diimplementasikan, dan terintegrasi dengan materi pembelajaran.
Konten yang ditulis oleh Sofie Dewayani ini sudah cukup memberi informasi bagaimana mengenalkan siswa cara menulis yang menyenangkan, kegiatan yang dianggap sulit ternyata dengan berbagai teknik hal tersebut menjadi mudah. Namun dalam konten ini tidak diberikan contoh yang konkret sebuah kalimat yang menggambarkan tulisan sesuai teknik tersebut.
Kegiatan menulis sebaiknya tidak hanya bertujuan untuk menjadikan seorang siswa penulis profesional. Kegiatan ini
mengajarkan menulis sebagai salah satu kecakapan komunikasi pada abad ke-21. Oleh karena itu, kegiatan menulis
tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang gemar menulis semata, namun seluruh siswa di semua jenjang pendidikan.
Agar menarik minat siswa, menulis perlu menjadi kegiatan yang menyenangkan, dapat dilakukan semua siswa, dan
terintegrasi dalam semua materi pembelajaran.

Berbagai gaya belajar yang digunakan akan memberikan kerangka yang baik dalam merancang pengajaran dengan
perspektif yang luas. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan belajar para siswa dalam tiap kategori
gaya belajar dapat terpenuhi, setidaknya untuk sebagian waktu pembelajaran di kelas. Hal ini disebut sebagai
“teaching around the cycle" (Felder, 1996).
Konten yang ditulis Pangesti Wiedarti secara umum sudah membahas tentang gaya belajar yang perlu kita ketahui agar dapat mengenali bagaimana siswa kita memahami pelajaran dengan efektif. Namun eksplorasi gaya belajar bagi siswa PAUD, TK, dan SD kelas rendah tidak tercakup dalam manual ini.
Ketika pembelajaran di kelas didasarkan pada tiga gaya belajar siswa, yang perlu dilakukan guru adalah melakukan
pembelajaran kelompok kecil dengan prinsip disoriented instruction, yang perlu disusun dalam manual tersendiri.
Mengingat gaya belajar belum banyak diterapkan dalam konteks kelas di Indonesia, guru berkesempatan
melakukan penelitian tindakan kelas ataupun eksperimen dengan menggunakan variabel gaya belajar.
link youtube untuk review dengan STT: https://youtu.be/UA1Ku9XsY3Y



Tidak ada komentar:
Posting Komentar